Hai Indonesia!

Standard

Okay! Saya akui mungkin saya kemarin agak berlebihan dengan mengatakan orang yang mencari-cari teman senegara adalah pathetic. Setelah saya bertemu dengan orangnya, ternyata dia menyenangkan juga. Hanya saja, dia masih terlalu kecil kalau mau saya ajah hang out… the adult way 😀

Jadi, ternyata kemarin pertemuan saya dengan orang Indonesia ini bukanlah pertemuan pribadi. Dia mengajak saya berkumpul dengan beberapa orang Indonesia yang lain yang ada di Norwich. Memang tidak banyak, karena memang Norwich masih belum populer di kalangan mahasiswa Indonesia. Sampai saat ini yang muncul di grup BB PPI Norwich baru ada 17 orang. Beberapa di antara mereka sudah lulus dan mungkin akan segera cap cus dari sini…

Kami mengadakan pertemuan di sebuah rumah makan hongkong… yang terasa aneh buat saya… kenapa rumah makan hongkong? Kenapa bukan rumah makan Indonesia? Tapi mungkin memang belum ada rumah makan Indonesia di sini. Siapa berniat investasi dan bikin rumah makan Indonesia di sini? Mungkin tidak se-prospektif itu karena tidak banyak mahasiswa Indonesia di sini ya?

Mereka cukup baik dan menyenangkan, dan beberapa di antara mereka juga s2 di sini. Meksipun kebanyakan masih foundation, yaitu belum jadi mahasiswa -_-”

Sayangnyaaa….

Makan di restoran Hongkong itu mahal! Bukan cuma mahal, tapi juga ga kenyang! Saya sedang dalam rangka berhemat, eh malah harus keluar biaya makan yang sebenarnya bisa menghidupi saya selama satu minggu. Rasanya ingin nangis bombay… Tidak mengertikah mereka kalau saya ini anak perantauan?

Anak-anak Indonesia ini bervariasi. Kebanyakan anak foundation itu yang saya maksud. Di sini mereka masih dikuntit orang tuanya, dan dihibahi uang berlebihan (yang kemudian saya tahu malah mereka gunakan untuk minum-minum di pub! MEREKA MASIH DI BAWAH UMUR!!). Beberapa masih sok tahu tentang banyak hal, dan kalaupun mereka beneran tahu, tapi gayanya bener-bener khas abege lah. Tidak menyangka saya bisa bertemu ababil di sini. Nikmati saja, karena tahun depan mereka tidak akan sama lagi… *evil laughter*

Sedangkan anak-anak Indonesia yang sudah lama di sini… Mereka membagikan banyak hal. Selain informasi yang penting buat kami, petunjuk-petunjuk jalan yang mungkin akan kami lewati, juga dua bungkus rokok Indonesia.

Sialan betul!

Saya sudah berencana berhenti merokok karena di sini rokok mahal. Tapi kalau ada yang memberi… Dammit Dammit Dammit! Dapatkan seorang Bybyq mempertahankan prinsipnya untuk tidak merokok?

Advertisements

Comments are closed.