750 Words Bybyq

Standard

Di minggu pertama saya kuliah, profesor di sana langsung memberikan saya sebuah tugas. Tugasnya mudah, tujuannya hanya untuk mengetahui sejauh mana kemampuan analisa kami, dan apakah kami akan membutuhkan bantuan pelajaran tambahan atau tidak. Topiknya bebas, asalkan masih dalam lingkup konsentrasi yang kami ambil, dan hanya berupa karangan esai pendek 750-1000 kata.

Pertama kali saya mendapatkan tugas itu, sebenernya saya agak senang. Bukan cuma karena menurut saya ini adalah saatnya show off, tapi juga menurut saya tugas ini mungkin akan menjadi tugas termudah sepanjang sejarah kehidupan saya di sini nanti. 750-1000 kata, gitu… saya bisa menulis dua ribuan kata dalam dua hari dulu saat kuliah di Jakarta. Tapi…

Saya baru sadar saat saya memulai tugasnya, bahwa saya harus menulis semuanya dalam bahasa Inggris. Menulis satu paragraf saja, saya harus mengulang setidaknya tiga kali sebelum saya benar-benar yakin saya menulis dengan benar. Kalau pakai bahasa Indonesia kan nggak sesulit itu. Ya kan? Ya kan?

Bahasa Inggris saya memang tidak sepayah itu, tapi terus terang aja memang tidak sehebat itu. Saya belum bisa seperti AK yang bisa berpikir langsung dalam bahasa Inggris. Kalau saya punya kemampuan berbahasa seperti AK mungkin tidak susah mendapatkan 800 kata dalam semalam. Saya pun harus bolak balik ke perpustakaan, dan menghabiskan 3 hari menyelesaikan tugas ini.

Saat saya ngeblog, tentu saja semua tugas sudah kelar. Setidaknya esainya sudah kelar, saya hanya perlu menulis Bibliography. Oh! Saya benci menulis daftr pustaka. Apakah mereka tidak bisa search aja sendiri di google? Kenapa harus saya tulis satu-satu buku referensi saya? -_-”

Yah, tapi sekali lagi… Namanya juga belajar. Kalau tidak dimulai dari sekarang bagaimana saya bisa menyelesaikan disertasi saya yang membutuhkan ribuan kata nanti? Hayo hayo?

Advertisements

Comments are closed.