Nyasar

Standard

Salah satu kebiasaan buruk saya adalah… saya sering nyasar. Bukan cuma nyasar di tempat-tempat baru, saya juga beberapa kali nyasar di tempat yang pernah saya lewati. Kadang kala, saya nyasar bukan karena saya nggak tau jalan, tapi saya nyasar karena setelah saya salah belok sekali, bukannya cepet-cepet balik ke jalan utama dan lewat jalan yang biasanya saya sok-sokan yakin bahwa saya akan bisa menemukan jalan yang benar melalui jalan yang salah itu.

Akhirnya… saya sering nyasar

Hal yang sama terjadi dengan hidup saya.

Sering saya mendapati diri saya salah jalan, atau melakukan sesuatu yang saya tahu tidak akan ada ujungnya. Tapi, bukannya saya buru-buru menghentikan apa yang saya lakukan, saya malah meneruskannya dan berpikir bahwa saya bisa membuat hal ini sukses. Dengan kerja keras… keringat, dan air mata darah.

Dan itu tidak berhasil juga.

Orang-orang berkata two wrongs don’t make a right. Dua kali belok di tempat yang salah tidak akan membawa kita ke tujuan. Meneruskan perjalanan hanya akan menunda waktu lebih lama karena kita harus mengejar waktu untuk kembali ke titik di mana kita memulai semuanya. Beberapa orang hanya membutuhkan waktu satu hari, yang lain membutuhkan waktu beberapa tahun.

Dulu di blog yang hilang itu (saya lagi males sarkasme-sarkasmean soal itu), saya pernah mengatakan soal cut loss. Bahwa beberapa hal di dunia ini tidak perlu kita tunggu untuk berubah. Kadang kala mengamputasi jempol kaki itu lebih efektif daripada menunggu sampai jempol itu sembuh tapi ternyata malah membuat kita harus mengorbankan satu kaki.

Tidak semudah mengatakannya. Beberapa orang harus memotong hatinya, dan membuang yang dia pikir adalah belahan jiwanya. Beberapa orang harus mematahkan perasaanya dan mematikan pikirannya. Beberapa orang yang tidak terlalu emosional, mungkin hanya akan merenung beberapa hari dan kembali seperti semula seolah-olah tidak ada yang berubah. Beberapa yang lebih sentimentil mungkin akan mengurung dirinya di kamar selama beberapa bulan sambil mendengarkan lagu mellow.

Tapi tidak ada yang lebih mengenaskan daripada membiarkan diri nyasar terlalu lama. Karena waktu tidak bisa dibeli kembali, tidak bisa diputar balik. Membuang-buang waktu untuk hal yang kamu tahu dari awal tidak akan ada ujungnya (atau kata beberapa orang: nggak ada juntrungannya) itu, hanya akan membuatmu rugi berlipat-lipat. Rugi waktu, tenaga dan perasaan.

Sayangnya… Tidak selalu ada peta yang jelas untuk perjalanan hidup. Sering kali kamu merasa kamu di jalan yang benar, tapi ternyata tidak benar juga. Saya sendiri, tidak bisa menjawab kalau ditanya apakah saya berada di jalan yang tepat. Setidaknya, saya berusaha untuk merencanakan arah dan tujuan saya, supaya saya tahu kalau suatu hari nanti saya nyasar lagi…

Advertisements

4 responses

  1. Pingback: jaket model jas tak akan membuatmu rugi | Toko Online Terbesar & Terbaik

  2. Suka ama isi artikel ini. Kadang perasaan inyo ini jalan pasti salah tp koq teteub jg diteruskan. Merasa dah pewe, malas untuk turun dan bertanya. Akhirnya inyo malah jd jauh dan malas untuk kembali.

    Like