Jealous Much?

Standard

Saya ga suka kalo orang lain iri dengan apa yang saya miliki atau saya dapatkan. Atau sekedar iri saja tanpa alasan. Atau cemburu buta pada saya.

Beberapa orang bilang, “you’re so lucky”. Atau “lucky bitch” di belakang saya, dan mungkin saya geer, tapi tidak sedikit yang mengatakan itu. Luck mereka bilang?

Dulu setiap kali ujian, semua orang mengatakan, “wish me luck.” Atau mereka saling mengucapkan “good luck” satu dengan yang lain. Saya? Kadang kalau saya cukup dekat dengan orang-orang yang mengucapkan “good luck” pada saya, “thanks, but I don’t need luck.”

Dulu waktu lagi sering-seringnya main billiard dengan teman-teman, paling males kalo dibilang menang karena hoki (luck). Bukan pujian sama sekali. Kemenangan sama sekali ga ada artinya, karena kamu bukan menang karena skill >_<. Akhirnya toh kita mengakui bahwa orang bodoh kalah sama orang pinter, tapi orang pinter kalah sama orang hoki. -_-”

Tapi bagi saya no such thing as luck. One good thing comes with other things to make it balanced. Setidaknya begitulah yang saya percayai.

Misalnya, kalau ada satu orang menang lotere, maka ada satu juta orang lain yang kalah. Atau, kalau kalau satu orang menemukan dompet di jalan, berarti ada satu orang lain kehilangan dompetnya. Atau yang efeknya ke diri sendiri: oh kamu beruntung nyontek ga ketauan kali ini, besok kamu akan lakukan hal yang sama. Atau oh I’m so lucky I don’t need to practice.

Bahkan kritik aja nih ya buat lagi “Lucky”. Lucky you’re in love with your best friend? You just don’t know how complicated it could be if you’re ever break up.

Kadang orang-orang memang ga bisa mikir panjang.

Waktu saya bilang saya ada di Inggris untuk kuliah, mereka bilang saya beruntung. Beruntung dari mana? Ada jalan yang saya tempuh untuk mencapai tempat ini. Ada hal-hal yang saya perjuangkan dengan kerja keras. Berapa banyak argumen yang saya lontarkan untuk meloloskan proposal saya? Berapa banyak hal yang harus saya tinggalkan di Indonesia demi apa yang saya inginkan di sini? Dan, mereka bilang saya beruntung?

Mungkin dibanding beberapa orang lain, jalan saya termasuk lebih mudah. Tapi tidak ada keberuntungan. Saya tidak percaya keberuntungan. Luck. Saya percaya semua datang satu paket dengan usaha. Saya percaya hukum sebab-akibat.

So please don’t be jealous. Jangan sama saya. Jangan pada siapa pun.

Advertisements

4 responses

  1. Sangat sesuai sama quote yang saya pasang di profil FB:
    I’m a great believer in luck, and I find the harder I work the more I have of it. ~Thomas Jefferson
    Ngga orisinil sih tapi sesuai banget dengan belief yang saya pegang, hehe.
    Meski kadang ada aja orang yang keliatannya beruntung karena lottery of birth *lahir sebagai anak raja/bangsawan/Bakrie*.. Their luck comes from their parent’s hardwork too, right?

    Btw.. Happy belated birthday, Byq…!! 😀 Have a great year ahead!

    Like

  2. waaah…. kamu beruntung ya, Byq bisa sekolah d inggris 🙂
    tapi sorry ya… eike ga ngiri! wkakaka!
    kalo saya orang nya percaya faktor X, biarpun ga suka Simon Cowell
    saya percaya keberuntungan! Dan saya percaya kalo keberuntungan itu sifat nya unik sekali, beda pada setiap orang.
    Ngiri sama keberuntungan orang lain? Ya gpp kalo mo mati merana….

    Ngomong2…. kamu merasa beruntung ga, berhasil sekolah d inggris 😉

    Like

    • Yang pasti, aku ga merasa sial… tapi soal keberuntungan.. aku percaya aku berhak mendapatkan ini, karena aku memperjuangkannya 😀

      Like