Istanbul: Maiden’s Tower dan Bosphorus Cruise

Standard

Dua hari terakhir di Istanbul, saya rasa barulah kami betul-betul melihat indahnya tempat ini. Baru ngeh kenapa kota ini diperebutkan dua kekaisaran besar, untuk dijadikan sebagai pusat kekuasaan mereka. Sungguh tidak heran deh…

Dengan lebih dari 90% penduduknya beragama Islam, tidak heran kita bisa melihat masjid di sepanjang jalan. Erkan, tour guide kami, bahkan mengingatkan untuk tidak menggunakan masjid sebagai ancer-ancer, karena di setiap ujung jalan kami pasti akan bertemu masjid. Tentu saja kami sudah siap-siap untuk mendengar suara adzan lima kali sehari, mengingat begitu banyaknya masjid di Istanbul, tapi ternyata tidak. Tidak ada panggilan, aktivitas di pasar, restoran, tempat wisata tidak ada yang berhenti menjelang waktu beribadah.

Salah satu Masjid di sepanjang jalan dari Anatolia menuju Istanbul

Salah satu Masjid di sepanjang jalan dari Anatolia menuju Istanbul

Saat ditanya, Erkan hanya tertawa. “Ya benar,” katanya. “Memang 90% atau bahkan 95% penduduk Turki ini beragama Islam, tapi di kota besar macam Istanbul, cuma 3% bahkan kurang yang pergi ke masjid atau solat lima waktu.”

Erkan melanjutkan, “Orang Turki, karena sejarahnya merupakan masyarakat yang toleran. Meskipun saya tahu tetangga saya muslim, tapi kalau dia ingin minum alkohol, saya tidak akan melarang. Mau puasa silakan, mau tidak puasa suka-suka. Mau pergi ke masjid silakan, mau tidak pergi tidak ada yang menghakimi. Itu sudah normal di Turki.”

“Hanya saja, satu hal yang kami tidak lakukan…” Erkan menunggu, membangun suspense. “Makan babi!” katanya.

“Aneh memang orang Turki ini. Menurut hukum agama kami, tidak sholat tidak puasa dan minum alkohol dosanya lebih besar daripada makan babi. Tapi kami lebih sensitif soal makan babi daripada dosa yang lain. Aneh memang kami ini…” katanya mengakhiri pembahasan, disambut tawa kami semua.

Begitu memasuki kota Istanbul, selat Bhosporus biru membentang di sebelah kiri kami. Terlihatlah juga sebuah pulau kecil dengan tower di atasnya. Maiden’s Tower. Bangunan bersejarah ini milik pemerintah, tetapi upkeepnya diberikan kepada swasta dan interiornya digunakan sebagai restoran. Saya rasa ini ide yang sangat bagus untuk mempertahankan feel kota tua yang dimiliki Istanbul.

Maidens Tower, menara kecil di Selat Bhosporus

Maidens Tower, menara kecil di Selat Bhosporus

Maiden’s Tower memiliki banyak cerita. Sama seperti Indonesia, Turki memiliki banyak mitos dan legenda lokal untuk menjelaskan suatu daerah. Maiden’s Tower sendiri memiliki setidaknya lima urban legend. Tetapi salah satu yang paling terkenal adalah kisah mengenai putri raja dan ular.

Alkisah, suatu malam dalam tidurnya, Sultan mendapat mimpi. Dalam mimpi itu seorang ahli nujum berkata padanya bahwa putri kesayangannya akan meninggal digigit ular. Sang Sultan sangat mempercayai mimpi tersebut, dan ingin menyelamatkan putrinya dari kematian. Dipikirkannya seribu cara, sampai diputuskannya bahwa Sang Putri akan ditempatkannya di sebuah menara di pulau kecil, jauh dari ular.

Setiap hari, pelayan akan datang membawakan pakaian, dan makanan untuk Sang Putri. Dayang-dayang memenuhi apapun kebutuhan Sang Putri, dan apapun yang diinginkannya. Suatu hari, datanglah kiriman makanan berupa buah-buahan segar dari mainland. Makanan kesukaan Sang Putri. Tak disangka, seekor ular berhasil menyelinap di keranjang buah itu dan menggigit tangan Sang Putri pada saat dia hendak mengambil buah dari keranjang. Sang Putri pun meninggal digigit ular.

Not a cheerful story…

Tapi Maiden’s Tower ini memang bagus… Butuh ekstra perjuangan buat naik ke atas tower, yang dari jauh tidak kelihatan terlalu tinggi itu. Tapi sampai di sana kami bisa melihat indahnya selat Bosphorus.

Btw, Selat Bosphorus iki opo tho? 

Selat Bosphorus dari puncak Maidens Tower

Selat Bosphorus dari puncak Maidens Tower

Turki ini adalah negara yang letaknya tepat di perbatasan antara Asia dan Eropa. Pembatasnya ya Selat Bosphorus ini. Di sebelah Timur Selat Bosphorus adalah Turki di Asia, dan di sebelah Barat adalah Turki di Eropa. Inilah yang menyebabkan Turki begitu kaya dengan budaya, meskipun tidak jelas apakah ini budaya Asia, atau Eropa.

Setelah makan siang di restoran di tower, kami naik ke kapal. Bosphorus Cruise adalah salah satu kegiatan wisata yang sangat populer di Turki. Jadi kami akan mengarungi Selat Bosphorus sambil melihat Turki dari laut. Percaya atau tidak, dengan sedikit pengamatan kita bisa melihat bedanya bangunan dengan pengaruh Eropa dan bangunan dengan pengaruh Asia.

IMG_6446

Pemandangan dari dalam kapal, Kota Istanbul yang padat dan sibuk

Dari Selat Bosphorus, kami juga bisa melihat tempat yang akan kami kunjungi keesokan harinya. Topkapi Palace.

 

Advertisements

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s