Frozen Eggs, Anyone?

Standard

Maaf… Saya tidak sedang menawarkan makanan. Yang saya maksud dengan frozen eggs adalah pembekuan sel telur untuk perempuan. 

Facebook dan Apple Company, sekarang menawarkan pembekuan sel telur kepada pegawai perempuan mereka. Tawaran ini termasuk dalam company benefit, jadi dua perusahaan raksasa ini akan membantu biaya pembekuan sel telur, apabila pegawai perempuan mereka ingin melakukannya.

Seperti biasa, sebuah langkah besar semacam ini akan menimbulkan kontroversi sana sini, terutama bagi mereka yang masih berpikiran konvensional. Beberapa beranggapan bahwa tawaran pembekuan sel telur ini adalah salah satu bentuk perbudakan yang dilakukan oleh dua perusahaan ini — dengan membuat pekerja perempuan memilih bekerja daripada berkeluarga.

Saya pikir tawaran untuk membekukan atau mengawetkan sel telur untuk pekerja perempuan adalah tawaran yang sangat… sangat istimewa. Bayangkan apabila perempuan tidak dikejar-kejar oleh jam biologis. Bayangkan kalau laki-laki masih bisa menjadi ayah pada umur 60, perempuan harus mulai memikirkan itu sejak mereka berusia 25 tahun. Bayangkan berapa banyak perempuan berbakat yang kemudian mengorbankan karir mereka karena takut tidak keburu beranak.

Memiliki pilihan adalah privilege.

Sekarang perempuan-perempuan berbakat yang bekerja untuk dua perusahaan raksasa ini dapat memilih untuk melanjutkan karir dengan tenang tanpa harus diburu kebutuhan berumah tangga. Mereka dapat menunda punya anak dengan keyakinan bahwa mereka punya sel telur yang masih baik, tersimpan beku, siap untuk digunakan saat mereka sudah siap baik secara mental maupun finansial nanti. Mereka dapat meniti karir, bersaing dengan kolega pria mereka dan menggunakan kemampuan mereka secara maksimal tanpa harus memecah fokus.

Bukan berarti semua pekerja perempuan harus melakukan itu lho…

Perusahaan memberikan pilihan. Kalau mereka mau membekukan sel telur, perusahaan akan membayar untuk itu. Kalau mereka memilih untuk punya anak, perusahaan akan memberikan maternity leave dan child benefit. Kalau mereka memilih untuk tidak punya anak sama sekali, maka mereka punya uang lebih banyak buat bersenang-senang di masa depan. Bayangkan hidup dengan berbagai pilihan seperti itu. Bayangkan sebagai perempuan, tidak lagi harus memilih antara berkarir atau berkeluarga, atau membatasi karir karena adanya momongan.

Sayangnya memang kita tidak pernah bisa membuat semua orang puas dalam waktu bersamaan. Ada saja yang menentang terobosan-terobosan menggembirakan semacam ini.

Saya? Tentu saja saya ada di pihak yang mendukung.

Saya memang bukan penggemar berat kedua perusahaan ini, meskipun saya menggunakan produk-produk mereka. Tapi, saya yakin ini adalah langkah awal yang baik yang harus ditiru oleh perusahaan-perusahaan lain, terutama perusahaan yang menyerap banyak pekerja perempuan. Mungkin, COSMOPOLITAN harus mengikuti terlebih dahulu. Dengan gembar-gembor female empowerment, seharusnya mereka ada di garis depan.

Membekukan sel telur memang bukan pilihan semua orang. Tapi membekukan sel telur adalah pilihan. Saya ingat seorang perempuan mengatakan saat diwawancara di televisi, menjelaskan mengapa dia setuju dengan perusahaan yang menawarkan pembekuan sel telur dalam company benefit.

Dia mengatakan bahwa membekukan sel telur bukan berarti mereka harus menggunakan sel telur itu nanti. Bayangkan membekukan sel telur itu seperti mengambil premi asuransi. Ada saat dibutuhkan, dan sebisa mungkin tidak digunakan. Esensinya adalah memberikan kesempatan buat perempuan agar bisa memiliki anak saat mereka siap, bukan karena mereka kepepet atau terpaksa.

Tentu saja pembawa acaranya, yang kelihatannya memang tidak terlalu pintar, tidak bisa memahami logika semacam itu, Baginya perempuan bisa saja tetap berkarir dan berkeluarga kalau perusahaan memberikan child benefit atau membangun child care centre di tempat kerja. That’s not the point. Tapi memang tidak semua orang bisa berpikir sampai ke sana… Saya maklum.

Apakah saya mau membekukan sel telur saya?

Nggak.

Satu, membekukan sel telur itu mahal, jadi ga mungkin saya melakukan itu dengan biaya sendiri. Dua, saya memang ga mau punya anak.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s