Indonistan Pt.2

Standard

BBC dan Guardian ikutan memberitakan Ahok divonis bersalah karena penistaan agama. Iya, saya tahunya dari situ, karena saya malas ngikutin berita online di Indonesia. Berita online di Indonesia masih belum selevel dengan berita TV atau koran, baik dari sisi cek dan ricek, bias, dan juga tata cara penulisan. Mungkin karena mereka maunya cepat, dan jadi yang pertama memberitakan sesuatu, lalu lupa bahwa “cepat” bukan satu-satunya tolok ukur reportase yang baik… “akurat” juga.

Eeeeniwei… saya bukan anak jurnalistik, cuma ikut kelas dasar-dasar jurnalistik satu semester saja. Jadi, biarlah anak (dan lulusan) studi jurnalistik yang mengomentari dunia jurnalisme online di Indonesia.

Kembali ke Ahok saja ya…

Setelah beberapa bulan persidangan, dengan berbagai macam kontroversi saat prosesnya, akhirnya calon mantan gubernur DKI Jakarta itu divonis bersalah juga. Meskipun saksi-saksi yang diajukan ternyata banyak yang bodong, meskipun ada bukti yang ternyata video editan… si Cina Kafir itu divonis bersalah juga.

Saya rasa memang sudah saatnya. Bukan saya menunggu-nunggu Ahok kena batunya, tapi saya tahu bahwa Indonesia belum siap dengan kebebasan berpendapat dan berbicara di ruang publik. Bukan saya merasa Ahok bersalah, tapi saya tahu bahwa negara ini memang tidak adil pada golongan minoritas. Saya tidak perlu menyebutkan contoh, karena semua orang bisa lihat sendiri — bukan cuma kalian yang di Indonesia, orang-orang di sini juga bisa lihat kok. Buktinya sampai diberitakan di BBC dan Guardian.

Kecewa? Hm… iya, sedikit. Kaget? Tidak sama sekali. Ingat Jessica? Atau Antasari Azhar? Sama seperti kedua kasus tersebut, bukti-bukti lemah, saksi-saksi tidak kredibel… tetap saja vonis bersalah. Dan seperti yang saya bilang waktu yang lalu — kalau ini bisa terjadi pada Jessica dan Antasari Azhar — dan sekarang Ahok, ini bisa terjadi pada siapa saja.

Sebenarnya saya malas ikut-ikutan komen… Tapi ini bulan Mei, dan biasanya di bulan Mei saya lebih sensi dari biasanya.

whatever…

Tiba-tiba nyesel revert back ke Bahasa Indonesia. I don’t feel like I want to be an Indonesian right now…

Advertisements

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s