Tag Archives: aneh

Don’t Be Gay in Indonesia!?!

Standard

I thought we were past this now, and I cannot believe that today, in 2016 I have to write about LGBT again. *deep sigh* *find a happy place*

Right!

I tried to find articles about LGBT I have written in the past. I couldn’t find them. Do you know why? Probably, I have never written about LGBT before. And do you know why? Maybe, in the past people were not such an asshole like people in Indonesia today. Maybe in the past, despite of their opinion about us, they would just leave us alone. Or maybe in the past, people were nicer without so called religions.

from upi.com

I don’t know. All I know is that now media tried to picture us as the bad guy of the universe. Not the people who bombed buildings, not terrorists who ran around shooting police officers, not the group of people who destroy buildings and businesses in the name of their oh-so-mighty-god. Oh no… not the religious leaders who molested their apprentices/students-whatever, not the wife beating abusive father drunken thug who litters on the street. No. The enemy is us… What a sick, twisted mind, that could produce such an ignorant conclusion – thinking that LGBT is a problem?

Or maybe they just don’t think? You know… thinking is a sign of intelligence. Considering Indonesian’s average IQ is only 87 — and there are ten of thousands of us with IQ more than 100 (with some people with IQ more than 130 in Mensa Indonesia), there must be millions of people with IQ lower than 80. It is borderline intellectual functioning. Isn’t it? No wonder they are just so dense… no wonder they failed to contemplate this:

Translated from Bahasa Indonesia: “if a GAY sexually abuses someone, people blame their GAY-ness. Why is it that if a STRAIGHT does the same, it is the individual that gets the blame? (Why don’t you blame their STRAIGHT-ness – as the reason why they sexually abuse people?)

It is 2016. It’s been 10 years since I got acquainted with LGBT communities — from si Onyed, obviously. Superbyq is about to have it’s 6th anniversary. It’s been more than 4 years since I left Indonesia, and almost 2 years of being married. And Indonesia… is going backwards, instead of catching up with other civilised countries. What the F is going on?

Our Minister of Research and Technology made a statement about banning LGBT from campuses. Our so called Mental Health practitioner “revised” the universally acknowledged DSM to his own version and called homosexuals and transgenders as mentally ill. Now, not only the so called religion of peace are making long marches to demonstrate their ignorance on the street, the other religions are following their footstep in the bigotry lane.

If several days ago, Mr. Fix-It and I had the “what if” idea, and thinking of coming back to Indonesia and live there. Now, I don’t think that is the case. I don’t want to live in Indonesia. I don’t think I could live among these people. I don’t think I could survive living among these idea. I don’t think, I could give up my freedom of being me, and going back to where I have to deny my own identity.

I am so glad that in Indonesia we still have people like MerryDT who is still trying to educate these bunch of dimwits — because I have to admit, I don’t have the patience to face these kind of people. People like her are the reason I can still have hope that this country could bounce back and catch up with modern civilisation. But, until then, I would rather stay here where I could raise my rainbow flag, wave it around with pride.

Like I said before… this is a grim time to be an Indonesian.

Prost.

Surprises

Standard

Si Monyed selalu bingung kenapa saya tidak suka dengan kejutan.

Mungkin beberapa bisa mulai menganggap saya sebagai tipe orang yang tidak romantis, meskipun saya tidak akan mengakuinya. Menurut saya, saya cukup romantis kok, tanpa harus disertai dengan kejutan apapun. Tetapi seandainya ketidak sukaan saya terhadap kejutan kemudian membuat saya harus digolongkan ke dalam kategori manusia tidak romantis, saya tidak akan menolak. Karena, saya lebih rela disebut sebagai manusia tidak romantis, daripada saya harus belajar menyukai kejutan.

Ketidak sukaan saya terhadap kejutan, tentunya bukan tanpa alasan. Karena saya adalah manusia yang penuh alasan, tentunya. Tapi saya yakin alasan saya ini dapat dinalar.

Read the rest of this entry

Indonesia VS Malaysia di Mata Bybyq

Standard

Beberapa hari lamanya saya dan adik saya si Mon itu terlibat di pembicaraan mengenai Indonesia versus Malaysia. Dan sebagai warga negara yang baik (yang meskipun sering dianak tirikan dan sering tidak dianggap oleh warga negara yang lain) saya merasa tersinggung dengan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia.

Saya dan Mon berandai-andai, apa yang akan kami lakukan seandainya kami ini adalah pemerintah republik Indonesia. Apa yang akan kami lakukan terhadap Malaysia?

Memutuskan hubungan diplomatik sepertinya merupakan satu langkah strategis. Saya tidak mengerti apa yang ditakutkan oleh pemerintah kita sampai menarik diplomat kita dari sana saja tidak bisa. TKI yang ada di sana, juga bisa ditarik pulang, toh masih banyak negara-negara lain yang mau memakai TKI dan saya yakin sebenarnya pemerintah bisa memberikan lapangan pekerjaan. Kalau mau. Tapi sayangnya saya tidak melihat niatan tersebut dari Pemerintah Republik Indonesia.

Read the rest of this entry

Missing My Updates?

Standard

Ya kan? Ya kan?

Baiklah, mumpung saya lagi kepingin untuk mengupdate, sebaiknya kalian siap-siap karena ini akan menjadi satu entry yang panjang dan lama. Sedikit menyedihkan dan menyakitkan bagi saya yang menulisnya, tapi saya harap akan worth the time 😀

Pertama-tama saya harus mengucapkan “fuck google”!

Salah satu google account saya dihapus oleh google entah apa sebabnya. Yang pasti sekarang account tersebut, yang sengaja saya buat untuk segala macam pekerjaan sekarang hilang ditelan bumi. Dan, oh! Itu juga termasuk semua blog yang saya punya. So, kalau kalian tiba-tiba kangen sama MWWYT dan mau nengok ke sana, kalian ga kaan bisa lagi melihatnya.

Read the rest of this entry

Kebijakan Kampus, Kebijaksanaan Dosen

Standard

Ealah Byq… Byq…

Udahl ama nggak posting, sekalinya muncul kok mengeluh wae. Harap maklum adanya, namanya juga mahasiswa ‘hampir’ lulus dan masih dikejar revisi. Tapi kali ini, saya berharap entry ini tidak hanya menjadi keluh kesah seorang mahasiswa saja, tapi juga masukan buat pembaca yang kebetulan berprofesi sebagai pengajar, atau bekerja di lingkungan pendidikan.

Mari?

Yuuk…

Read the rest of this entry

Sumpah Saya Bukan Peramal

Standard

Saya lupa kapan tepatnya saya punya bakat nge-jinx. Kata orang, mulut saya ‘bau’. Bukan dalam artian saya malas gosok gigi, tapi karena saya sering mengatakan sesuatu (yang kesannya asal-asalan) tapi terus jadi kenyataan. Beberapa kali terjadi, dan membuat beberapa orang merasa dirugikan.

Saya sendiri yakin bahwa saya bukan penyihir, dan saya tidak pernah melakukan praktik-praktik perdukunan, yang membuat kata-kata saya menjadi kenyataan. Saya juga bukan peramal, saya tidak bisa membaca masa depan (dan masa lalu). Saya juga tidak melakukan praktik-praktik pencarian pesugihan yang membuat saya menjadi sakti dengan kata-kata saya. Dan saya yakin saya tidak punya kata-kata bertuah yang membuat itu menjadi kenyataan. Pokoknya, kalau sampai kata-kata yang saya ucapkan berubah menjadi kenyataan, saya yakinkan kepada semuanya bahwa itu tidak ada hubungannya dengan hal yang mistis-mistis.

Oh… saya sudah pernah bilang kalau saya nggak percaya sama yang kaya begituan kan?

Dan… Oh… Nama saya bukan Paul, dan saya tidak bertentakel delapan.

Dan nama saya bukan Mani.

Saya manusia.

Dan, meskipun tebakan saya tentang pemenang piala dunia menjadi kenyataan… Saya yakinkan bahwasanya, saya bukan Deddy Corbuzier.

Anyway…

Read the rest of this entry

Yeah… So?

Standard

Saya paling tidak suka kalau ada orang mengomentari apa yang sedang saya kerjakan. Apalagi komentarnya bukan komentar yang membangun, bukan saran, bukan komentar yang berguna melainkan komentar sambil lalu, yang sama sekali tidak enak untuk didengar. Apalagi komentarnya dilontarkan tanpa dipikirkan terlebih dahulu.

Dan apalagi, ditujukan kepada saya akan hal-hal yang saya sukai dan saya cintai. Tentang pekerjaan yang saya lakukan, atau jalan yang saya pilih. Saya tidak suka itu, dan meskipun saya tidak berterus terang kepada mereka yang berkomentar, tapi saya tidak akan menanggapi lebih jauh. Saya tidak mau membuang-buang waktu saya pada orang yang tidak peduli.

Satu hal yang saya jadikan patokan. Orang yang tidak peduli dengan apa yang dia katakan, tidak akan peduli dengan apa yang dikatakan oleh orang lain.

Read the rest of this entry

Panggil Saya Bitchbyq…

Standard

**WARNING: POSTINGAN INI PANJANG BANGET, HARAP SEDIAKAN POPCORN DAN AIR MINUM UNTUK JAGA-JAGA**

Sepertinya sudah berabad-abad sejak terakhir saya ngetik blog dengan menggunakan enam jari (saya memang nggak bisa ngetik dengan 10 jari, sedangkan gaya mengetik 11 jari sudah basi). Akhirnya saya bisa mengistirahatkan jempol saya barang sejenak, karena saya sudah berhasil mendapatkan koneksi internet saya kembali.

Apakah saya ganti provider? Tentu tidak! Bwek… saya masih mau yang murah ini, apalagi saya sudah berhasil meluapkan emosi saya di counter layanan pelanggan di salah satu mall di dekat tempat di mana saya tinggal. Jadi tidak ada masalah. Lalu kenapa saya harus disebut bitchbyq? *maniacal laughter misterius*

Yap… saya bener-bener berlaku menyebalkan tadi. Bukan tanpa alasan tentunya, tapi karena saya baru menyadari bahwa saya ini salah sepenuhnya. Mungkin CS yang terima telepon pengaduan itu memang ngomong seperti kaset rusak, tapi mereka nggak ada apa-apanya dibanding sama customer service yang saya temui hari ini. Buat saya, CS di telepon kemarin terdengar seperti bawang putih, dan yang tadi saya temui adalah si bawang merah. Dan saya ga doyan bawang.

Read the rest of this entry

Dunia Berputar Di Sekitar Bybyq

Standard

Ada apa dengan dunia di sekitar saya?

Sebenarnya tidak ada apa-apa sih… Begitu saja, seperti hari kemarin, dan kemarinnya lagi. Saya cuma lagi mau ngomongin orang. Seperti biasa, kalau saya lagi mau ngomongin orang lewat blog. (Apakah blog ini sudah beralih fungsi menjadi sebuah diary? Tentu tidak!)

Hm… sebenarnya ini diawali dari teori yang dikemukakan oleh seorang ilmuwan. Meskipun teori ini adalah teori yang agak purba, tapi sampe sekarang, masih diakui kebenarannya. Setidaknya, sudah terbukti kebenarannya. Yang menarik bagi saya adalah bagaimana teori ini diciptakan, dan juga diperjuangkan…

Read the rest of this entry

Bybyq Sedang Marah

Standard

Sebenarnya menulis skripsi tidak semenyiksa itu apabila… hm… tidak semenyiksa itu.

Serius. Saya tidak sedang menghibur diri dengan membuat pernyataan yang mungkin bertentangan di kepala banyak orang. Memang semua orang harus menjalani proses mengerjakan tugas akhir ini, bukan? Saya melihat adik saya yang mengerjakan tugas akhirnya berupa proyek yang menurut saya jauh lebih dekat dengan penyiksaan dan pembantaian, daripada skripsi yang notabene tugasnya hanya menulis saja.

Tapi kejadian-kejadian yang saya alami selama proses pembuatan skripsi saya ini membuat saya menjadi berpikir bahwa sebenarnya ada sebuah konspirasi. Konspirasi yang sengaja dibuat untuk menjegal saya menuju ke ruang sidang. Untuk mengagalkan saya lulus dari kampus itu.

Read the rest of this entry